#Piknikkopi


#piknikkopi edisi 1

 

Berburu Ateng, Typica dan Bourbon di Gayo Bener Meriah

 

poster #2Berkunjung ke Gayo berarti menikmati udara sejuk dengan pemandangan hijau kebun kopi membentang luas. Daerah ini sering dijuluki kota dingin karena sebagian besar wilayahnya berada di atas ketinggian 1200 mdpl. Di daerah ini pula kopi Gayo yang sudah menjadi bagian dari masyarakat Gayo tumbuh subur. Penduduk Gayo mengenal kopi sejak lama, sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai petani kopi. Mereka telah membudidayakan tanaman ini sejak tahun 1908. Ketinggian alam Gayo, iklim, kesuburan tanah, dan tangan-tangan petani kopi Gayo yang terampil serta sarat pengalaman menjadikan kopi Gayo berkualitas tinggi dengan cita rasa yang unik.

 

Masyarakat Gayo sebagian besar mendiami 3 kabupaten di Provinsi NAD; Aceh Tengah, Gayo Lues dan Bener Meriah. Tiga Kabupaten ini jadi salah satu pemasok kopi arabika terbesar di Asia. Kabupaten Bener meriah memiliki luas wilayah perkebunan kopi sekitar 42.000 ha dan Kabupaten Aceh Tengah seluas 39.000 ha, dua perkebunan ini merupakan perkebunan kopi terluas di Indonesia. Varietas Arabica mendominasi jenis kopi yang dikembangkan oleh para petani Kopi Gayo. Produksi Kopi Arabica yang dihasilkan dari Tanah Gayo merupakan yang terbesar di Asia.

 

Kualitas kopi Gayo tidak perlu diragukan. Pada pameran kopi dunia yang diselenggarakan oleh SCAA 2012 lalu, kopi Gayo mendapat nilai cupping diatas 80, menjadikan kopi ini sebagai specialty coffee. Selain kualitas kopi asal Gayo yang mumpuni, kopi Gayo juga punya varietas yang beragam. Belasan jenis klone varietas arabika dan robusta dibudidayakan dengan baik. Pada trip kali ini, kita akan menyusuri beberapa kebun yang menghasilkan 3 klone kopi arabika yang berbeda; typica, bourbon dan ateng yang tersebar di seantero Kabupaten Bener Meriah, sekaligus menikmati eksotisme alam dan keunikan kebudayaan masyarakat Gayo.

 

Ateng, Typica & Bourbon

Kopi dipercaya berasal dari Ethiopia, berupa varietas arabika dengan klone yang kemudian dinamai typica. Dalam bahasa latin berarti ‘umum’ atau ‘tersebar secara luas’. Kopi jenis ini yang pada awalan ditanam di nusantara pada era kolonialisme terutama jaman tanam paksa.

 

Tahun 1715, typica juga ditanam di Pulau Bourbon (kini Reunion)—koloni Perancis yang terletak di timur Madagaskar, typica mengalami mutasi menghasilkan pohon yang lebih pendek, lebih produktif dan rasa yang lebih manis dibanding typica. Buah relatif lebih kecil, lebih padat dan matang lebih cepat; berisiko rontok saat hujan atau berangin. Bourbon dan klone-klone turunannya jadi salah satu kopi yang sering digunakan oleh para barista saat mengikuti kompetisi barista tingka dunia.

 

Setelah wabah karat daun melanda banyak kebun kopi arabika (varietas typica) di nusantara, kopi robusta—klone terpopuler dari varietas coffea canephora dikenalkan sebagai pengganti. Robusta punya perakaran yang lebih baik serta lebih tahan banyak penyakit. Alam memberi nasib lain pada 2 jenis kopi ini. Di Pulau Timor terjadi persilangan secara alami antara typica dan robusta. Kopi baru ini dikenal dengan nama Hibrido de Timor (HdT) yang memiliki rasa karakter arabika namun dengan ketahanan penyakit yang lebih baik.

 

Alam tanah Gayo juga memberi nasib baru pada kopi HdT dan bourbon. Tahun 1980 ditemukan klone tanaman baru yang merupakan persilangan alami 2 kopi ini, menghasilkan pohon kopi yang lebih pendek, lebih produktif bahkan mampu panen di usia kurang dari 2 tahun. Klone ini dikenal dengan nama Ateng, akronim dari Aceh Tengah.
Berkunjung ke kebun-kebun kopi di Bener Meriah bisa jadi cara paling menyenangkan untuk mengenal keanekaragaman kopi Indonesia. Piknik ini akan berlangsung di daerah yang masih terhitung jarang dikunjungi wisatawan — di Kabupaten Bener Meriah belum tersedia fasilitas akomodasi yang memadai (hotel berbintang). Tak hanya berinteraksi dengan petani kopi di kebun mereka, piknik ini juga akan melihat bagaimana orang Gayo mengapresiasi kopi juga bagaimana kopi mempengaruhi mereka dalam berkesenian hingga akhirnya melahirkan kebudayaan.

Konsep piknik

Piknik Kopi seri 1 ini memiliki konsep blind trip, dimana peserta tidak akan menerima detil rencana perjalanan yang telah diagendakan penyelenggara. Peserta akan mendapatkan kejutan-kejutan dalam blind trip ini. Sebelum memutuskan ikut dalam perjalanan ini, peserta perlu mempunyai gambaran keunikan lokal lokasi yang akan kita kunjungi.

Peserta juga perlu memahami bahwa piknik ini memiliki kegiatan fisik tingkat dasar ke menengah—peserta akan diajak trekking ringan setiap hari. Tapi yakinlah, pemandangan dan pengalaman dalam rute ini bisa jadi salah satu peristiwa tak terlupakan dalam hidup.

Total perjalanan akan memakan waktu 5 hari 4 malam dengan biaya Rp 8.500.000,- Biaya ini sudah termasuk; bea perjalanan, akomodasi, asuransi dan biaya tiket penerbangan Jakarta – Banda Aceh pergi-pulang. Peserta perjalanan akan berkumpul di bandara Soekarno-Hatta untuk menikmati penerbangan pada hari Sabtu, 16 Januari 2016. Dan peserta akan kembali terbang menuju Jakarta pada Rabu, 13 Januari 2016. Perjalanan ini dikategorikan sebagai perjalanan berbintang tiga.

Perjalanan ini diselenggarakan dengan menjunjung prinsip-prinsip sustainable tourism, sehingga peserta diharapkan untuk dapat menjadi seorang wisatawan yang bertanggung jawab. Peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh ‘code of conduct’ yang telah ditentukan serta menghormati budaya dan peraturan setempat. Selain itu, perjalanan ini diselenggarakan dengan meminimalisir sampah plastik.

Penyelenggara piknik

Piknik Kopi ini adalah hasil kolaborasi Wikikopi dan Java Nira. Java Nira adalah sebuah social entreprise yang bergerak di pengembangan sustainable tourism. Java Nira didirikan untuk memberi kontribusi positif melalui pariwisata, dengan misi membangun kelompok-kelompok berdaya dan mandiri, preservasi budaya, dan konservasi lingkungan. Java Nira memiliki sejumlah program pengembangan sustainable destination, berpartner dengan sejumlah komunitas di wilayah Jawa Tengah, DIY, dan NTT; juga menyelenggarakan sejumlah trip wisata dengan wawasan keberlanjutan baik lingkungan maupun sosial.

Sedangkan wikikopi dibangun oleh sejumlah orang yang memiliki minat dan keprihatinan yang sama pada pendidikan dan memililih berkontribusi pada dunia pendidikan di Indonesia melalui kopi. Selain berupaya mengajak publik mendekati kopi menggunakan kaidah ilmu pengetahuan, juga membangun model bagaimana seharusnya pertanian industri dikelola.

Tuan rumah piknik kali ini adalah Bang Herman; salah satu petani kopi yang masuk dalam sistem direct trade (niaga lantas) wikikopi. Perkenalan wikikopi dan Bang Herman dimulai dari strategi mengembangkan jejaring petani yang masuk sistem niaga lantas wikikopi mdengan menjalin interaksi dengan anak petani yang kuliah di Jogja.

 

 

Formulir pendaftaran #piknikkopi edisi 1 ini dapat diunduh di Formulir Registrasi dan Terms & Condition.

Share